Sejarah

 Pondok Pesantren Darul Fikri adalah sebuah lembaga pendidikan Islam di bawah Yayasan Darul Fikri Bringin, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur yang didirikan dalam rangka ikut berpartisipasi dan berupaya dalam membina dan menyiapkan generasi muslim yang lurus aqidahnya (shahihul aqidah), berakhlak mulia (karimul akhlak) dan senantiasa meneladani jejak Rosululloh Shallallahu Alai Wasallam dan para Salafus Shalih.

    Kurikulum formal mengacu pada Kementrian Agama dan kurikulum berbasis Pesantren di terapkan di Pondok Pesantren Darul Fikri. kurikulum formal bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional, sedangkan kurikulum berbasis pesantren menanamkan sikap dan prinsip hidup islami.

     Kurikulum pesantren juga juga mengajarkan kemampuan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan Inggris dengan tujuan santri siswa bisa mendalami ilmu syar’i dan ilmu umum, sehingga mereka siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lulusan Pondok Pesantren Darul Fikri akan memperoleh dua (2) ijazah yaitu ijazah dari pesantren dan ijazah dari pemerintah.

     Pondok Pesantren Darul Fikri terletak di desa Bringin, kecamatan Kauman, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekitar 5 km ke arah barat daya dari pusat kota Ponorogo. Bagai sebongkah mutiara yang tertata nan indahnya, di antara tanah persawahan yang membentang di sebelah utaranya dan perumahan penduduk dengan segala kesederhanannya turut menghiasi panorama di sebelah timur, selatan dan barat. Diperindah dengan kelokan sungai  yang cukup besar di sebelah baratnya, yang acapkali luapan airnya di musim penghujan menggenangi komplek Pondok Pesantren ini.

    Pondok Pesantren Darul Fikri resmi berdiri pada tanggal 10 Juli 1991 yang diresmikan oleh Drs.Gatot Sumani, selaku bapak bupati Ponorogo kala itu. Adapun pendiri Pondok Pesantren Darul Fikri dan sekaligus sebagai pengasuhnya hingga kini adalah KH. Ahmad Juhaini, Lc. Beliau dilahirkan di desa Bringin, pada tanggal 27 September 1954. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo, yang kemudian melanjutkan S1 di Islamic University Madinah Saudi Arabia dengan mengambil jurusan Ushuluddin.   Pada awalnya Pondok Pesantren Darul Fikri hanya mengelola Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) saja, namun Alhamdulillah saat ini sudah didirikan Tarbiyatul Atfal (TA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Otomotif.

    Adapun untuk melatih para santri berorganisasi, maka dibentuklah sebuah organisasi pelajar yang dinamakan Organisasi Pelajar Darul Fikri yang disingkat OPDAF. Sedangkan untuk wadah silaturrohmi para alumni, dibentuklah Ikatan Alumni Darul Fikri (IKADA).

VISIPondok
   Mencetak kader dakwah yang berakidah shohihah (benar), tekun beribadah, berakhlakul karimah serta paripurna memadukan iman dan takwa (imtak) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek).

MISI

  • Menerapkan pendidikan yang berorientasi pada kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosi, spiritual dan teknologi.
  • Membina peserta didik menjadi kader dakwah yang berbekal Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

MOTTO
  Berilmu, Beramal, dan Berdakwah

JENJANG PENDIDIKAN  PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN PONOROGO
1.Tarbiyatul Athfal (TA)2.Madrasah Ibtidaiyah (MI)3.Kulliyatul Mu’allimin dan Mu’allimat (KMI) yaitu Pendidikan setingkat MTs dan MA dengan lama pendidikan 6 tahun.4.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Teknik Otomotif.